PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK PASANGAN ORANG TUA BEDA AGAMA

Oleh : M. Murtadho*)

Dalam buku Pendidikan Agama Dalam Perspektif, (Jakarta: Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, 2007).

Pendahuluan
Belakangan di kalangan artis di ibukota Jakarta terdapat fenomena kecenderungan peningkatan pernikahan beda agama. Di Indonesia, menikah antar beda agama memang belum dibolehkan, tidak dibenarkan oleh Undang-Undang. Menurut UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 perkawinan hanya sah bila dilaksanakan menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Pernikahan ini mensyaratkan kesamaan agama dalam melaksanakan perkawinan. Perkawinan secara Islam dilayani dan dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA), sedangkan perkawinan bagi umat Kristen, Katholik, Hindu dan Buddha dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Salah satu alasan yang sering disebut tidak bolehnya menikah beda agama karena untuk menjaga kelestarian perkawinan itu sendiri. Karena sangat mungkin perbedaan agama akan memunculkan akibat yang banyak bagi orang yang menjalaninya, khususnya misalnya tentang pendidikan anak.
Berikut ini adalah hasil penelitian tentang pendidikan agama pada anak pasangan beda agama, dengan melibatkan 9 responden (9 kasus) di dua kota, yaitu Yogyakarta dan Jakarta.

*) M. Murtadho, Lahir di Yogyakarta, aktivitas sebagai peneliti di Litbang Depag RI di Jakarta, selain itu aktif di organisasi lintas agama yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta. Saat ini sedang menempuh Program doctor (S3) Antropologi Universitas Indonesia (UI) Depok, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: