PESANTREN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI

(Studi Kasus Pesantren Baitul Hamdi dan Pesantren Turus di Pandeglang)

Oleh : M. Murtadho*)

Abstrak
Studi tentang pesantren dan pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren masih tahap awal sekali dan terkesan tertatih-tatih mencari bentuk. Wacana atau tradisi berekonomi dalam pesantren masih cukup muda kurang lebih wacana itu berkembang pada pertengahan tahun 1990-an menjelang tahun 2000. Memang usaha pendampingan ekonomi dalam pesantren pernah dilakukan sebelumnya misalnya oleh menteri Agama Mukti Ali pada tahun 1970-an, Kemudian apa yang dilakukan LP3ES yang melakukan pendampingan terhadap beberapa pesantren tertentu, yang kemudian diikuti oleh P3M. Namun sejauh ini, baru bisa menjadikan beberapa pesantren itu sebagai model, belum menjadi wacana kuat untuk kebanyakan pesantren.
Ke depan, untuk pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren menurut hemat penulis perlu dilakukan usaha diversifikasi pesantren dalam masalah keahlian santri di bidang keilmuan dan atau ketrampilan praktis. Usaha ini utamanya perlu di sadari oleh kalangan pengelola pesantren dan juga bagi pemerintah. Karena dari kebutuhan itu dapat dilakukan berbagai komunikasi dan dialog yang produktif antara kedua belah pihak.

*) M. Murtadho, Lahir di Yogyakarta, aktivitas sebagai peneliti di Litbang Depag RI di Jakarta, selain itu aktif di organisasi lintas agama yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta. Saat ini sedang menempuh Program doctor (S3) Antropologi Universitas Indonesia (UI) Depok, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: